Welcome, visitor! [ Register | Login

About octavetiger9

  • Member Since: April 15, 2022

Description

Trik Budidaya Bawang Merah Secara Sederhana yang Termasyhur
Bawang merah (Allium asclonicum) adalah salah satunya komoditas hortikultura yang paling diperlukan oleh manusia. Kesuksesan yang dicapai dari budidaya bawang merah ini, tentunya diposisikan pada bermacam soal (efek) di dalam lapangan. Antara lain trik budidaya, gempuran hama serta penyakit, kekurangan bagian micro, dan lain-lain yang sebabkan produksi jadi menurun.

Walaupun kandungan paling besar yang dipunyai bawang merah ialah air, tetapi ada elemen yang lain penting diingat biar kita dapat menciptakan umbi bawang merah dengan produksi tinggi serta bermutu. Jumlah bawang merah erat berkaitan sama ukuran dan banyak umbi yang dibuat. Mutu bawang merah diputuskan oleh wewangian yang tajam dan warna kulit umbinya. Makin besar dan banyak umbinya dengan wewangian yang tajam, jadi lebih tinggi juga nilai jualnya.

Tambahan bahan organik berbentuk pupuk kandang, kompos atau bahan hijauan fresh yang lain bisa membenahi susunan tanah, menambah agregasi, menambah daya menggenggam air dan membuat semakin tanah dengan pelbagai ragam elemen hara hasil peruraian berbahan organik yang ditempatkan ke tanah (Hendrata et al, 2014).




Riwayat

Tanaman bawang merah dikira berawal dari Asia. Sejumlah literatur sebutkan kalau tanaman ini asal dari Asia tengah, terpenting wilayah Palestina serta India, tapi beberapa kembali memprediksi kalau tanaman bawang merah asal dari Asia tenggara dan Mediterania. Sumber yang lain menerka asal mulanya bawang merah asal dari Negara Iran serta Pegunungan sisi utara Pakistan.

Tanaman bawang merah sebagai tanaman yang paling tua dari sejarah budidaya tanaman oleh manusia. Soal ini diperlihatkan di kurun I serta II Dynasti (3.200-2.700) SM, bangsa Mesir menggambarkan bawang merah di patung serta tugu-tugu mereka. Di Israel, tanaman bawang merah diketahui di tahun 1500 SM.

Warisan Yunani Kuno menegaskan, usia pembudidayaan bawang merah, diperkira 4000 tahun lalu. Di teritori Eropa Barat, Eropa Timur dan Spanyol, tanaman ini diperbudidayakan lebih kurang 1000 tahun lalu, lantas menebar ke Amerika terlebih Amerika Serikat. Dalam penyebaran seterusnya, bawang merah ini berkembang hingga ke Timur jauh dan Asia Selatan. Di Jepang, budidaya bawang merah terlebih dikenali akhir masa yang serupa saat bawang merah diketahui di Eropa barat. Di tahun 1975, Jepang menghasilkan bawang merah sejumlah 1 juta ton dari 30 ribu hektar, maka jadi produsen nomor dua di dunia buat bawang merah. Sedang sekian banyak negara yang lain tercantum sebagai produsen bawang merah salah satunya Jepang, Amerika Serikat, Rumania, Italia dan Meksiko (https://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2333369-sejarah-dan-asal-muasal-bawang/#ixzz2zecm1diD).

Kemampuan, Kesempatan dan Perkara
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat, Propinsi Bangka Belitung, bawang merah amat prospektif untuk diciptakan walaupun susunan tanahnya berpasir. Dapat mengikuti sukses peningkatan bawang merah, di Kabupaten Bantul, DIY yang menanam bawang merah di sejauh pesisir pantai selatan (https://sinarharapan.co/news/read/16363/bangka-barat-potensial-kembangkan-bawang-merah).

Menurut pangamatan di dalam lapangan, sebagian besar komoditas sayur yang ada Kepulauan Bangka Belitung disediakan dari Pulau Jawa dan seputarnya. Menyusutnya persediaan bawang merah di beberapa pasar di Pangkalpinang, pasca-lebaran membuat harga bawang merah condong bertambah. Harga bawang merah di Pasar Atrium Pangkalpinang, sekitar di antara Rp 55.000 - Rp 60.000 per kg

(https://bangka.mimbarnews.com/2013/08/13/harga-bawang-merah-lokal-masih-tinggi).

Menurut Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, karena tingginya curahan hujan di wilayah kunci produksi, diduga import bawang merah yang bisa masuk lokasi Indonesia gapai 10.000 ton. Berdasar pada data Kemendag, harga bawang merah selalu perlihatkan mode peningkatan harga. Umumnya bulan Juli, harga bawang merah nasional gapai Rp 35.086 per kg, atau naik 19% kalau diperbandingkan Juni sejumlah Rp 29.456 per kg (https://bangka.balkonnews.com/2013/08/02/bulan-ini-10000-ton-bawang-merah-impor-masuk-pasar).

Tubuh Litbang Pertanian mulai sejak beberapa tahun lalu udah hasilkan bermacam tipe Varietas Unggul Anyar (VUB) bawang merah, antara lain Maja (kekuatan 10,9 ton/ha, pas untuk daratan rendah), Kuning (kekuatan 21,39 ton/ha, pas untuk daratan rendah), Bima Brebes (kemampuan 9,9 ton/ha, sesuai untuk daratan rendah), Katumi (kekuatan 24,1 ton/ha, sesuai untuk daratan medium), Sembrani (kemampuan 24 ton/ha, pas buat daratan rendah hingga medium), Mentes (kemampuan 27,58 ton/ha) (R. Sinaga et all, 2011).



TEKNIK BUDIDAYA

Penyiapan bibit

Bawang merah yang diputuskan merupakan varietas yang adaptive sama ukuran kecil atau tengah.
Ukuran umbi bibit yang maksimum yakni 3 - 4 gr/umbi.
Umbi bibit yang bagus yang sudah diletakkan 2 - tiga bulan serta umbi masih juga dalam ikatan (umbi masihlah ada daunnya)
Umbi bibit harus sehat, disinyalir dengan wujud umbi yang solid (tidak keropos), kulit umbi tidak cedera (tidak terkupas atau berkilau)
Benih dipendam dengan larutan Hormon Organik satu hari sebelumnya tanam sepanjang 10 menit.
Sehabis bibit ditiriskan, lalu diberi sama rata dengan 1 kemas (100 gram) agensia hayati dengan bahan aktif Gliocladium + Trichoderma (Hendrata dan Murwati, 2008).
Saat sebelum dikerjakan penanaman, ujung umbi bawang merah dipotong 1/3 sisi atau sesuai sama kepentingan (Hendrata et all, 2005).


Penyiapan tempat

Pemrosesan tanah dilaksanakan buat membikin keadaan susunan tanah serta aerasi yang lebih bagus.

Baiknya tanah diratakan lebih dulu lalu dibikin jalan untuk penyiraman dengan lebar ± 50 cm.
Tempat diproses dengan kedalaman ± 30 cm lalu dikasih kombinasi kotoran sapi masak (2,5 ton/ha) + agensia hayati memiliki bahan aktif Gliocladium + Trichoderma.
Selanjutnya didiamkan sepanjang satu minggu.


Penanaman

Awalnya tanah dibasahi dahulu lalu dibentuk lubang yang telah dirapikan jarak tanamnya.
Bibit ditanamkan pada kondisi berdiri.
Penanaman seharusnya tak boleh sangat dalam, cukup ditutup tipis dengan tanah/pasir.
Jarak tanam yang dipakai 20 x 20 cm dalam jumlah bibit sekitar 1 bibit per lubang.


PEMELIHARAAN

Penyiraman

Penyiraman bisa dikerjakan dengan gembor atau selang besar, dikerjakan 2x satu hari (sore dan pagi) atau sama sesuai keadaan tanah/tanaman khususnya selesai hujan atau turun embun buat mengelit penebaran penyakit Alternaria porii (trotol).
Kunci dari penyiraman merupakan memberinya air dengan baik di tanaman hingga tanaman tidak layu atau sebelumnya tanaman panduan budidaya .


Penyiangan

Penyiangan seharusnya dilaksanakan pada situasi gulma masih kecil, jika sudah besar cukup dipotong dengan sabit, gak boleh ditarik supaya tidak menghancurkan akar bawangnya.
Penyiangan dilaksanakan 2x : 7 - 10 hst serta 30 - 35 hst, bergantung keadaan serta keadaan ataupun saat umbi pecah


Pengaturan Hama serta Penyakit

Pada prinsipnya untuk menanggulangi gempuran OPT pakai prinsip PHT, pestisida kimia bisa dipakai menjadi preferensi paling akhir.


1. Bintik Ungu (Alternaria porii (ELL) Cif.
Karena gempuran :

- Daun bawang kering dan mati

- Umbi yang bersifat tidak prima (kecil - kecil)


Tanda-tanda gempuran:

- Bintik kecil, cengkung

- Warna putih sampai kelabu

- Apabila menjadi membesar bintik seperti membuat cincin



Pengontrolan tekhnis :

- Penyemprotan bersama air bersih di tanaman seusai turun hujan


Pengontrolan kimia:

- Program fungisida memiliki bahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion.


Pengontrolan biologi :

- Program agensia hayati bahannya aktif Gliocladium serta Trichoderma.





2. Bintik daun Cercospora (Cercospora duddiae)
Karena gempuran :

- Berlangsung klorosis pada daun



Tanda-tanda gempuran:

- Bintik klorosis, bundar, memiliki warna kuning

- Ada pada ujung daun


Pengontrolan kimia:

- Terapan fungisida memiliki bahan aktif tembaga hidroksida dan Iprodion


3. Busuk Daun (Peronospora destructor)

Gara-gara gempuran :

- Daun kering serta mati


Tanda-tanda gempuran :

- Waktu tanaman mulai membuat umbi pada cuaca yang cukup lembab karena itu tanda-tanda gempuran dapat berbentuk bintik hijau pucat serta seterusnya beralih menjadi kapang.


Pengaturan tekhnis :

- Penyemprotan beserta air bersih selesai hujan atau waktu pagi hari saat sebelum matahari keluar


Pengontrolan kimia :

- Program fungisida memiliki bahan aktif metalaksil serta tebu konazold.


Pengontrolan biologi :

- Program agensia hayati memiliki bahan aktif Gliocladium dan Trichoderma.



4. Rebah bibit (Phytium debaryanum Hesse)

Gara-gara gempuran :

- Tanaman yang anyar tumbuh dapat busuk dan mati


Tanda-tanda gempuran :

- Bibit di persemaian busuk, rebah dan setelah itu dapat mati


Pengaturan tehnis :

- Jaga kelembapan di kitaran persemaian supaya tidak tinggi


Pengaturan kimia :

- Program bakterisida


Pengontrolan biologi :

- Terapan agensia hayati bahannya aktif Gliocladium serta Trichoderma.


5. Ulat (Spodophtera exigua)

Karena gempuran :

- Daun tanaman jadi putus-putus atau robek dan hancur


Tanda-tanda gempuran :

- Ada telur ulat di seputar tanaman

- Daun jika diteropong nampak sisa dikonsumsi ulat


Pengontrolan tehnis :

- Menggunting daun yang terkena serta dibuang di lokasi yang jauh.

Pengaturan kimia :

- Terapan insektisida yang memiliki bahan aktif Klorpirifos, Tebufenosida.



Pengontrolan biologi :

- Program agensia hayati yang bahannya aktif SE-NPV (Spodophtera Exigua-Nuclear Polyhedrosis Virus).


Thrips bisa dikasihkan agensia hayati Beauveria bassiana (BVR) jumlah 100 g untuk 1000 m.

Pemupukan

Tanaman bawang merah dipupuk dengan : Urea 150 kg/ha, ZA 200 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCl 150 kg/ha. Pemupukan dikasihkan 2x adalah usia 7 hst 1/3 sisi dan 2/3 sisi diberi di usia 30 hst.
Tanaman seharusnya tambah lagi dengan Pupuk Organik Padat (POP) jumlah 1 sdm buat 1 gembor kemampuan 10 liter, jumlah pupuk kimia dikurangkan sepertiganya.
Usia 7 hst tanaman disemprotkan Pupuk Organik Cair (POC) jumlah 4 - 5 tutup per bak, setiap 7 - 10 hari sekali sampai 50 hst. Mulai 30 hst tanaman disemprotkan dengan hormon organik jumlah 2 tutup per bak.


PANEN

Panen dikerjakan waktu tanaman usia di antara 60 - 63 hst, bergantung varietasnya.
Tanaman siap panen diidentikkan dengan 60% komunitas dari seluruhnya tanaman, daun tanamannya udah rebah, daun-daunnya jadi kering, umbi tersembul di atas tanah, leher tangkai semu jikalau didesak lunak atau mungkin tidak keras.
Panen dijalankan saat udara ceria.
Seluruhnya tanaman ditarik secara berhati-hati dengan tangan supaya tidak ada umbi yang ketinggalan dalam tanah (Hendrata et al, 2014).

Sorry, no listings were found.